Manusia dan Tanggung Jawab
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Disusun Oleh :
1.
Muhammad Agung Laksono (17514057)
2.
Tita Rahmi Priwanti (1D514116)
3.
Yosephin Aritonang (1C514474)
4.
Tia Octari (1A514745)
5.
Kartikasari Assyfa (15514791)
Kelas
: 1PA16
Kelompok
: 8
Dosen
: Aria Kusumadianto
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014/2015
Latar
Belakang
Manusia adalah makhluk sosial, didalam kehidupan sehari-hari tak ada manusia yang berdiri sendiri. Mustahil jika ada manusia disuatu tempat dimana tidak ada orang lain dan ia hidup sendiri.
Kita sebagai manusia pastilah butuh
bantuan, oleh sebab itu kita sebagai manusia hidup saling tolong menolong.
Landasan ini lah yang membuat kami ingin membahas sebuah topik tentang suatu
sikap yang harus dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari yakni,
Manusia dan Tanggung Jawab.
Dewasa ini, banyak manusia sudah
tidak merasa bersalah ketika disetiap
tindakan yang dilakukan dalam pekerjaan tidak memaksimalkan kewajiban yang
mesti dilakukannya. Kita juga menyadari tuntutan tinggi biaya hidup yang harus
diperoleh menyebabkan hal ini terjadi. Namun hal ini tidak lah baik bagi diri
pribadi karna dengan tindakan seperti ini akan membuat kita terbiasa melalaikan
kewajiban.
Seorang cendikiawan muslim Indonesia
Buya Hamka mengatakan bahwa “ Kalau hidup sekedar hidup, Babi dihutan juga
hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, Kera juga bekerja “. Kalimat ini sangat
berkaitan dengan kewajiban karna kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jangan
lah melalaikan kewajiban apalagi meninggalkan kewajiban sebab jika ini terjadi
berarti kita tidak ada ubahnya dengan seekor hewan.
Oleh
karena itu, pada Makalah ini kami akan menjelaskan beberapa Tanggung Jawab
Manusia yakni
a. Tanggung
Jawab terhadap diri sendiri
b. Tanggung
Jawab terhadap keluarga
c. Tanggung
Jawab terhdap masyarakat
d. Tanggung
Jawab kepada Bangsa/ Negara
e. Tanggung
Jawab terhadap Tuhan
Pada
makalah kami juga membahas peranan pengabdian dan pengorbanan dalam tanggung
jawab.
Semoga makalah yang telah kami buat dapat berguna bagi diri kami pribadi dan pembaca.
Semoga makalah yang telah kami buat dapat berguna bagi diri kami pribadi dan pembaca.
MANUSIA
DAN TANGGUNG JAWAB
A.
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung
jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia
adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya,
atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung
Jawab adalah kesadaran manusia akan tingakah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang
mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas
segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya
tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam
lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan
terhadap alam lingkuangannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian,
keselarasan antara sesame manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung
jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa
setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau
bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jwab itu.
Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi
pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat
ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula
yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si
pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik
dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila
dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atauu beban yang harus dipikul atau
dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat
dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak
lain. Kewajiban atau beban itu ditunjukan untuk kebaikan pihak yang berbuat
sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, serasian, keselarasan antara
sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan tuhan selalu
dipelihara dengan baik.
Tanggung
jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab
karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari pula
bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengorbanan.
B.
Macam-macam
Tanggung Jawab
1.
Tanggung
Jawab terhadap diri sendiri
Kesadaran setiapa orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri.
Contoh:
Sindii mengendarai mobil dengan
kecepatan tinggi karena ia sudah terlambat datang kekantor dan menerobos lampu
merah lalu ia harus berurusan dengan polisi karena telah melanggar aturan
berlalu lintas akibatnya ia berada dikantor polisi. Konsekuensinya ia harus
kekantor polisi dan tidak pergi kekantor. Itu adalah salah satu contoh tanggung
jawab terhadap diri sendiri.
2.
Tanggung
Jawab terhadap keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarganya.
Contoh:
Seorang ibu yang mempunyai tanggung
jawab dan berkewajiban mendidik anak-anaknya dan seorang ayah yang mempunyai
tanggung jawab dan berkewajiban untuk menafkahi keluarganya.
3.
Tanggung
Jawab terhadap masyarakat
Manusia
adalah makhluk social, dari pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa manusia
saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari juga
manusia dituntut bertanggung jawab atas perilaku dan perkataannya terutama
dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian
manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung
jawab seperti anggota masyarakat yang lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya
dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan
perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Andri
merupakan salah satu warga desa Payobasuang, di desa tersebut sedang diadakan
pembangunan masjid yang dilakukan secara bergotong royong. Andri di undang oleh
ketua RT untuk dapat bergabung dengan warga lain dalam pembangunan masjid yang
diadakan pada hari Minggu. Andri sebagai manusia yang sadar akan pentingnya
hubungan sesema menghadiri dan ikut membantu dalam proses gotong royong dalam
pembangunan masjid.
Berdasarkan
contoh diatas kita dapat menyimpulkan bahwa Andri sebagai manusia rela
mengorbankan beberapa jam waktu libur nya bersama keluarga untuk dapat
bergabung dengan warga lain dalam pembangunan masjid. Ini membuktikan bahwa
Andri sebagai warga mempunyai rasa tanggung jawab untuk dapat berpartisipasi
dalam gotong royong pembangunan masjid bersama warga.
4.
Tanggung
Jawab kepada bangsa/Negara
Setiap
orang yang lahir dan tinggal tetap disuatu Negara disebut warga Negara. Sebagai
warga Negara seseorang individu juga mempunyai tanggung jawab atas bangsa dan
Negara nya. Sebagai warga Negara yang baik kita harus mengharumkan nama baik
bangsa dan Negara. Dalam berpikir,, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia
terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia
tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia
harus bertanggung jawab kepada Negara.
Contoh
:
Pada
pemilu presiden kemarin dua kandidat yakni nya prabowo dan jokowi bersama-sama
berusaha menarik empati rakyat untuk dapat memilih mereka sebagai presiden
untuk periode 2014-2015. Didalam kampanye yang mereka lakukan, mereka selalu
menaati aturan-aturan kampanye yakni tidak adanya ricuh atau bentrokan diantara
kedua kubu, mereka juga membuktikan bahwa dengan sportif menerima hasil pemilu
yang telah dilakukan tanpa adanya aksi anarkis.
Berdasarkan
contoh diatas kita semua dapat menarik kesimpulan bahwa kedua calon presiden
sudah melakukan tanggung jawab mereka sebagai warga Negara yakni menjaga
kedamaian dan ketenangan saat berkampanye tanpa adanya aksi anarkis diantara
mereka.
5.
Tanggung
Jawab terhadap Tuhan
Tuhan
menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk
mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan.
Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hokum-hukuman Tuhan yang
dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran
dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan.
Contoh:
Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari. Namun terkadang kita masing sering meninggalkan sholat. Berarti kita sudah meinggalkan tanggung jawab kita terhadap tuhan. Untuk itu sebagai manusia yang rasa tanggung jawab kepada tuhan kita haruslah melaksanakan sholat lima waktu dengan tepat waktu.
Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari. Namun terkadang kita masing sering meninggalkan sholat. Berarti kita sudah meinggalkan tanggung jawab kita terhadap tuhan. Untuk itu sebagai manusia yang rasa tanggung jawab kepada tuhan kita haruslah melaksanakan sholat lima waktu dengan tepat waktu.
C.
Pengabdian
dan Pengorbanan
Wujud
tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan
pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a.) Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa
pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang,
hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa
mengharapkan imbalan.
Pengabdian
itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras
sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada
keluarga.
Contoh pengabdian :
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa
menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada
umumnya mereka itu dalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena
kesadaran moralnya, kaena panggilan tuhan. Dalam agama yang tidak membedakan
manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati
ditempatkan di daerah-daerah yang
terpencil. Semuanya dilakukan degan tugas suci.
b.) Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban
yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu menagandung
pamrih.
Pengorbanan
dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih. Suatu pemberian yang
didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda
kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan
kotbah agama.
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda,
pikiran, perasaan.
Contoh:
Kesedian seorang guru sekolah dasar ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi, adalah pengabdian yang juga menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar disitu tanpa menrima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang untuk usul pengangkatannya.
MIND MAP
Kesedian seorang guru sekolah dasar ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi, adalah pengabdian yang juga menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar disitu tanpa menrima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang untuk usul pengangkatannya.
MIND MAP
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Widyo Nugroho, Ilmu
Budaya Dasar; Seri Diktat; Gunadarma, Jakarta, 1994.
2.
Muhammad Kadir SH, Ilmu
Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990
3. MP.Suyadi,Drs; Ilmu Budaya Dasar; Modul UT; PT Karunika,
Jakarta, 1990.
Komentar
Posting Komentar