Psikologi Manajemen dan Planing/ Perencanaan


Nama : Yosephin Aritonang
NPM   : 1C514474
Kelas  : 3PA14

Psikologi Manajemen

1. Pengertian Psikologi Manajemen

Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

- Pengertian Manajemen
Secara etimologis manajemen berasal dari kata “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Dalam bahasa Arab istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam, yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya.
Secara terminology yang diambil kesimpulannya menurut para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

- Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen adalah seangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari empat fungsi, yaitu:
Perencanaan atau Planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Pengorganisasian atau Organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Pengimplementasian atau Directing, yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.
Pengendalian dan Pengawasan atau Controlling, yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.


3. Perencanaan / Planning
Pengertian Perencanaan/Planning
Manajemen selalu berkaitan erat dengan perencanaan, perencanaan itu sendiri merupakan bagian atau elemen yang tidak mungkin akan terpisahkan dalam lingkup manajemen. Karena perencanaan sebagai inti dalam manajemen yang menghubungkan satu elemen dengan elemen lainnya.
Perencanaan berasal dari akar kata rencana atau plan (dalam bahasa inggris), yang mempunyai arti konsep, atau sesuatu yang akan dikerjakan. Jika diberi imbuhan pe- dan -an, maka pe-rencana-an dalam KBBI perencanaan mempunyai arti proses, cara, atau proses merencanakan (merancangkan).
Sedangkan definisi perencanaan secara umum yang berkaitan dengan manajemen ialah sebuah proses mengartikan tujuan organisasi dan membuat strategi-strategi khusus untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.

Beberapa ahli mendefinisikan perencanaan sesuai sudut pandang mereka tersendiri, namun definisi mereka pun tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Seperti Erly Suandi (2001:2) yang memberikan definisi perencanaan sebagai proses penentuan tujuan organisasi dan kemudian menyajikan dengan jelas strategi-strategi , taktik-taktik , dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Terry (1975) Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Begitupun dengan Abdulrachman (1973) Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian. Ataupun dipersingkat dengan jelas oleh Kusmiadi (1995) yang menafsirkannya sebagai proses dasar yang kita gunakan untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
Jadi perencanaan dalam sebuah manajemen adalah sebagai proses. Proses disini diartikan sebagai cara menafsirkan berbagai tujuan organisasi. Setelah tujuan-tujuan tersebut di tafsirkan, lalu dicari strategi-strategi, cara-cara, taktik-taktik, apapun untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Segala tujuan itu dicapai dengan semua sumber daya yang ada dalam organisasi.
Langkah – Langkah Dalam Menyusun Planning
Ada banyak langkah dalam menyusun perencanaan, namun ada 5 langkah yang dapat merepresentasikan secara umum penyusuna perencanaan, langkah-langkah tersebut adalah :
Menentukan Tujuan
Proses menentukan tujuan merupakan bagian awal dari proses penyusunan perencanaan. Kegiatan ini sebagai pemberi batas pada tujuan organisasi agar tidak menyebar terlalu luas sehingga banyak sumber daya yang terbuang. Dengan penetapan tujuan , sasaran dan prioritas secara rinci dan jelas maka organisasi dapat mengarahkan sumber daya agar mencapai tujuan lebih efektif dan efisien.

Mengidentifikasi Situasi dan Kondisi Organisasi
Situasi dan Kondisi organisasi yang diidentifikasi adalah situasi yang sedang berlangsung saat ini. Tentulah kepandaian membaca situasi dan kondisi diperlukan untuk memcapai tujuan. Perencanaan ketika telah menentukan tujuan atau sasaran tentulah organisasi dapat melihat sejauh mana organisasi itu telah berjalan menuju tujuan, seberapa banyak sumber daya saat ini, sumber daya apa yang telah dimiliki saat ini, kekurangan apa yang mesti di tambah, atau di perbaiki. Hal tersebut merupakan data awal organisasi dalam menentukan rencana-rencana selanjutnya guna mencapai tujuan dengan hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya ataupun dari kondisi yang sedang berlangsung.

Memanfaatkan Faktor Pendukung dan Menyiasati Faktor Penghambat
Setelah menentukan tujuan, lalu mengidentifikasi situasi dan kondisi, hal yang selanjutnya dilakukan dalam perencanaan adalah memanfaatkan segala faktor pendukung untuk mencapai tujuan organisasi agar hasil menjadi jauh lebih baik. Adapun dibalik faktor pendukung ada pula faktor penghambat dalam mencapai tujuan. Faktor penghambat itu disisasati guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Faktor – faktor tersebut dapat mempermudah dan mempersulit mencapai tujuan. Disini kekuatan dan kekompakan suatu organisasi dapat teruji, kekuatan dan kekompakan organisasi tersebut sebagai kunci perencanaan yang baik.

Menyusun Langkah Kongkret Perencanaan
Selanjutnya adalah menyusun langkah kongkret perencanaan. Langkah kongkret digunakan sebagai acuan untuk mencapai tujuan atau hasil. Langkah-langkah yang telah disusun lalu di kembangkan dan dipilih dari berbagai alternatif yang ada, dan disesuaikan mana yang paling cocok, dan yang paling efektif guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Mengembangkan Metode Pengawasan dan Evaluasi
Langkah yang selanjutnya ini merupakan langkah terakhir dalam perencanaan . Langkah ini sebagai jalur yang menentukan agar organisasi berjalan sesuai kesepakatan yang telah disepakati bersama. Metode pengawasan dan evaluasi berisi konsep yang mengantisipasi hal – hal yang telah di prediksikan ataupun yang tidak terprediksi. Ini memungkinkan organisasi melakukan metode ini sebagai evaluasi dini bagi para sumber daya agar bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Pengawasan dan Evaluasi diperlukan organisasi agar kondisi yang terjadi dapat dijadikan acuan dan pembelajaran guna memaksimalkan kinerja dan meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Tentulah segala hal tersebut di rencanakan dan di konsep sebaik mungkin guna mencapai tujuan atau cita-cita organisasi.


4. Manfaat Planning Dalam Manajemen
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
  • Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
  • Pemilihan berbagai alternatif terbaik
  • Standar pelaksanaan dan pengawasan

Jenis – Jenis Planning Dalam Organisasi
Berdasarkan tujuan organisasi, perencanaan dikelompokkan  dalam 3 jenis perencanaan :
a. Perencanaan Strategis
Dari misi organisasi diturunkan tujuan strategis. Rencana strategis ditujukan untuk mencapai tujuan strategis. Biasanya rencana strategis ditetapkan oleh manajemen puncak.
b. Perencanaan Taktis
Rencana taktis diturunkan dari misi dan rencana strategis. Rencana taktis ditujukan untuk mencapai tujuan taktis yang merupakan bagian tertentu dari rencana strategis. Fokus pada hubungan manusia dan aksi, dan biasanya ditetapkan oleh menajemen menengah.
c. Perencanaan Operasional
Tujuan operasinal diturunkan dari tujuan dan rencana taktis. Rencana operasional lebih sempit dengan jangka waktu yang lebih pendek dan banyak melibatkan  manajemen tingkat bawah.

Sumber :
Mortimer R. Fienberg, dkk. 1996.  Psikologi Manajemen. Jakarta: Mitra Utama
Hasibuan, Malayu S.P.2007.  Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
M.A. Mukhyi. 1995. Pengantar Manajemen Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Husaini Usman. 2008. Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
T. Hani Handoko. 1984. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Wiludjeng, Sri. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Garaha Ilmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Psikologi Umum

To my dearest friends