Manusia dan Keindahan (rangkuman IBD kel 4)
MANUSIA
DAN KEINDAHAN
1. Pengertian
Manusia
Manusia adalah makhluk
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling
sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan
pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang
tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik atau buruk
untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah
manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri
sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu
manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara
bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang
berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain
2. Pengertian
Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari
kata “indah”, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.
Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung
kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka
hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau keelokan merupakan sifat
dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan
pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan
dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan
budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi,
atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya
tertentu, untuk kesempurnaannya.
3. Hakikat
dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang
terdapat pada suatu hal yang disebut kesatuan (unity) keselarasan (harmony)
kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan
menjadi 3, yaitu :
1) Keindahan dalam arti luas. Menurut Aristoteles
keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan, menurut Plotinus,
ilmu yang indah dan kebajikan yang indah, sedangkan Plato menyebut tentang
watak yang indah dan hukum yang indah.
2) Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu
pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya,
3) Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang
menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa
keindahan bentuk dan warna.
Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi:
- keindahan seni - keindahan moral
- keindahan alam - keindahan intelektual
N I L A I E S T
E T I K
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan
obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
1) Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya
sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut
halus dan kasar.
2) Nilai intrinsik yakni sifat baik yang
terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.
Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Contoh :
(1) Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa,
diksi, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin
disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai
instrinsik.
(2) Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu
tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan
gerak-geriknya.
4. Hubungan
Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita
perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai
bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya
dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan
keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai
pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu
dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual)
atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan
Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep
keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas
keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan
itu sendiri
5. Cara
untuk Mengetahui Suatu Keindahan
a. Renungan
Renungan berasal dari
kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau
memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Jadi
apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori.
Teori-teori itu ialah:
·
Teori Pengungkapan
·
Teori Metafisik
·
Teori Psikologis
b. Keserasian
Keserasian berasal
dari kata serasi, dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur
pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu
tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli
berpendapat bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat
pada suatu hal.
Contohnya :
§ Kemampuan menata dekorasi dalam rumah, rias
pengantin, cara berpakaian, ataupun taman dengan aneka warna bunga. Dalam
penataan itu terdapat keterpaduan beberapa kualitas, yaitu ukuran, warna, tata
letak, susunan, macam bahan dalam satu komposisi yang cocok, sesuai dan pantas.
c. Kehalusan
Kehalusan berasal dari
kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik budi bahasanya,
beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
d. Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah
suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk
mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,
merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan
rahasia gejala alami tersebut.
6. Alasan
manusia menciptakan keindahan
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan.
lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak
berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari
keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni
didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu
dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia,
mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat,
mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan
alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Ø Contoh : kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Ø Contoh ialah karya seni berupa sajak yang
dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”.
Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan
derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih
dari pelacur.
3) Penderitaan Manusia
Ø Contoh : Para Pejabat yang mengambil uang Negara
(korupsi)
4) Keagungan Tuhan
Ø Contoh: Kecantikan seorang wanita ciptaan
Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru
ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat
terkenal karena menarik dan tidak membosankan.
MANUSIA DAN KEINDAHAN

Komentar
Posting Komentar