Tugas Tulisan : Produk Kreatifitas (Kreatifitas dan Keterbakatan)
Tulisan
A. Carilah
artikel tentang produk kreatif yang sedang popular. Kutiplah. Lalu beri
tanggapan dan kesimpulan.
Merangkai Perhiasan Cantik dari Manik dan Batu Onik
Sekitar tahun 2000, Fiya Trissia telah mulai
merintis usaha kerajinan perhiasan dan aksesoris dengan memanfaatkan batu alam
yang dipadu dengan perak dari sebuah rumahnya di kawasan Pela Mampang, Kemang.
Kini, usaha yang telah ditekuni lebih dari sepuluh tahun itu semakin berkembang
dengan aneka produk kalung, bros, gelang dan beragam aksesoris lainnya.
Fiya Trissia, tak pernah menyangka jika pada akhirnya kegiatan yang semula hanya sekedar pengisi waktu, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi usaha kerajinan yang mampu menjangkau pasar di pelosok Nusantara dan manca negara. Pada awalnya, minat untuk menekuni kerajinan perhiasan dan aneka aksesoris timbul karena keinginan dan dorongan untuk memanfaatkan kalung yang tidak terpakai dan bahan-bahan lainnya, serta kemudian merangkainya menjadi gelang manik-manik yang indah dan menawan. “Awalnya memang hanya coba-coba karena banyak material yang tidak terpakai di rumah,” kata Fiya mengawali percakapan dengan Sunarko dari AKSES. Namun rupanya hasil karyanya yang unik dan menarik itu segera menarik minat dan memikat teman-temannya karena waktu itu, perhiasan dan aksesoris paduan manikmanik dan batu semi berharga (semiprecious stones) memang belum banyak dikenal dan masih merupakan kreasi baru. “Kebetulan banyak teman-teman yang berminat, sampai-sampai ruang tamu di rumah disulap jadi ruang pamer dan ajang promosi sementara,” kenang sarjana Jurusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa salah satu perguruan swasta terkemuka di ibukota itu.
Target Pasar
Setelah dua tahun menekuni usaha pembuatan perhiasan dan aksesoris, ternyata usahanya semakin berkembang. Produk-produk perhiasan yang dihasilkan juga semakin beragam dengan memanfaatkan bahan dasar batu Martapura atau batu kecubung dan kombinasi perak. Perlahan tapi pasti, Fiya Trissia mulai membuka diri untuk pemasaran yang lebih luas, dan tidak terbatas memenuhi pesanan dari teman-teman dekatnya. “Sejak itu saya mulai ikut pameran di JCC untuk berbagai produk kerajinan dan ternyata sambutan masyarakat sangat besar. Berbagai produk gelang, kalung dan bros Fiya Trissia dengan aneka produk kerajinan perhiasan dan aksesoris diborong habis oleh pembeli,” kata Fiya yang menyebut periode tahun 2000-an sebagai tahun booming dan meluasnya produk perhiasan berbahan baku batu dan manik-manik. Dengan dibantu empat karyawan, Fiya semakin tertantang untuk merancang beragam jenis perhiasan dan aksesoris yang unik dan bergaya etnik dengan menggunakan bahan baku dan material yang lebih berkualitas. Fiya menambahkan, produk kalung dan gelang yang dihasilkan menggunakan bahan batu alam berkualitas, termasuk batu agathe dan batu onik (onyx). Untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki sentuhan etnik, tak jarang Fiya memadukannya dengan perak, mutiara dan kristal swarovsky. Dengan produk-produk yang dihasilkan, Fiya mengakui bahwa pasar dan target pembeli yang disasar adalah kalangan menengah dan kalangan profesional.
Rajin Berpromosi ke Luar Negeri
Dengan semakin meluasnya pemakaian perhiasan batu alam dan manikmanik, semakin banyak pula perajin yang juga menekuni usaha serupa, baik yang baru muncul maupun yang telah merintis sejak awal. Ditengah semakin menjamurnya usaha kerajinan, Fiya Trissia optimis akan tetap eksis dengan produk-produknya yang khas dan unik. Kini dengan memanfaatkan jejaring sosial dan pemasaran on-line, produk-produk kerajinan Fiya Trissia semakin banyak diminati, tidak saja di Jakarta dan sekitarnya, tetapi di berbagai wilayah. Kemasan menarik untuk produknya dengan menggunakan pandan box juga semakin disukai pelanggan. Kini, galeri Fiya Trissia Jewelries and Accessories yang terletak di Jalan Bangka XI C No. 10B semakin lengkap dengan beragam karya produk perhiasan batu alam. “Bahkan, saya juga membuat tasbih unik paduan bahan batu alam,” tambahnya mengenai produk barunya.
Untuk memperluas jaringan pemasaran ke manca negara, Fiya Trissia mengaku aktif dan rajin berpromosi ke luar negeri, termasuk ke Spanyol, Italia, Jerman, India, Jepang, Amerika Serikat dan Aljazair. “Keikutsertaan pada pameran dan event dagang internasional di luar negeri penting dan sangat bermanfaat, terutama untuk proses belajar juga, membandingkan dengan desain dan kualitas produk sejenis dari negara atau perusahaan lain,” jelasnya. Bahkan tak jarang, kesempatan berpromosi di luar negeri juga ia manfaatkan untuk Memperoleh informasi dan menambah wawasan mengenai material, khususnya batu alam dari berbagai negara. “Bahan dasar dan jenis batu alam yang ada di Indonesia memang belum banyak variasinya, umumnya masih berbentuk bulat dan belum diolah atau diproses. Padahal, Indonesia dikenal luas akan kekayaan batu alam, termasuk batu kecubung yang berasal dari Martapura,” jelasnya.
Tak sekedar menjual produk, Fiya Trissia tak jarang terlibat langsung untuk ikut memberikan saran dan pandangan mengenai perhiasan dan aksesoris yang sesuai dan pas untuk pelanggan tertentu. “Banyak pelanggan yang meminta saran dan masukan, terutama mengenai jenis perhiasan dan kombinasi material yang sesuai dengan selera dan gaya pembeli,” kata Fiya. Bahkan tidak sedikit dari pelanggan yang meminta saran khusus terkait penampilan dan keyakinan akan pesona perhiasan batu alam bagi kepribadian. Selain selalu menampilkan kreasi perhiasan baru, Fiya tak jarang juga memenuhi keinginan pembeli dan pelanggan untuk merancang model dan jenis produk kalung dan gelang dengan memanfaatkan produk lama dan material batu yang telah terpakai. “Hasilnya, terkadang jauh lebih menarik dan ini adalah salah satu cara agar pembeli tidak bosan dengan rancangan perhiasan atau aksesoris yang lama,” tuturnya.
Fiya memprediksi, minat masyarakat, terutama konsumen perempuan akan produk-produk perhiasan berbahan batu alam dan manik-manik akan semakin meningkat sejalan dengan semakin populernya aksesoris jenis batu alam di kalangan masyarakat perkotaan danprofesional. “Selain menarik dan tampil cantik, perhiasan dan aksesoris batu alam dalam berbagai jenis dan model, diyakini mampu menampilkan pesona tersendiri bagi para pemakainya,” jelas Fiya Trissia. Dia berharap, selain perajin perhiasan dan aksesoris, di masa mendatang juga akan lebih banyak perjain dan pengolah batu semi berharga, sehingga mampu mendukung dan menopang kalangan UKM dalam negeri akan bahan baku yang berkualitas untuk menghasilkan perhiasan yang berkelas.
Pendapat saya:
Menurut saya, kita sebagai individu yang mempunyai
bakat yang berbeda-beda harus dapat mengetahui dan menggali bakat yang
dimiliki. Dalam pengembangannya pula kita harus menyertakan sikap kreatifitas
dan menciptakan inovasi-inovasi. Kita kuga harus pintar mencari peluang agar
bakat tersebut dapat terekspor dengan maksimal. Seperti halnya Fiya, dia
mempunyai bakat dalam keterampilan tangannya dan dia melihat bahwa
kalung-kalung yang ia punya dapat ia kreasikan sedemikian rupa. Hasil dari
produk kreatifitasnya pun dapat ia promosikan ke mancanegara.
Kesimpulan :
Dengan menyatukan bakat dan kreatifitas kita dapat
menciptakan sesuatu yang menarik. Contohnya adalah Fiya yang awalnya hanya
mengisi waktu luang dan memanfaatkan barang yang ia punya agar lebih berguna
dan menarik. Awalnya ia hanya berkreasi dengan kalung-kalungnya tersebut yang
diberi macem-macem batu alam. Namun hasilnya menjadi sangat istimewa. Bahkan kalung
yang ia ciptakan dapat ia ikut sertakan dalam pameran kerajinan di dalam maupun
mancanegara.
B. Jelaskan
menurut anda dan kelompok anda
“Anak laki-laki
menunjukkan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama
setelah berlalunya masa kanak-kanak.”
-
Benarkah demikian?
-
Mengapa? (alasan ilmiah atau teori dan
pendapat sendiri)
Jawab :
Perbedaan otak perempuan dengan otak laki-laki membuat
pola berpikir mereka berbeda. Cara kerja otak perempuan dan laki-laki memang
tidak sama. Jika otak kiri lebih berperan dalam cara berpikir perempuan,
laki-laki justru lebih mengandalkan otak kanan.
Dimana otak kiri terkait dengan fungsi logika dan perhitungan,
sedangkan otak kanan terkait dengan fungsi kreatifitas dan emosi. Hal inilah
yang menyebabkan mengapa perempuan lebih berorientasi tugas dalam memecahkan
masalah, sedangkan laki-laki lebih memecahkannya secara kreatif.
Menurut Hurlock (1993)
Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih
besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. untuk
sebagian besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak
laki-laki dan perempuan.
Anak laki-laki diberi kesempatan untuk mandiri,
didesak oleh teman sebaya untuk lebih mengambil resiko dan didorong oleh para
orang tua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.
-
Sumber :
http://www.academia.edu/6036318/Psikologi
http://www.citacinta.com/cerdas/seks.kesehatan/mengapa.cowok.lebih.kreatif/001/002/497
http://www.academia.edu/6036318/Psikologi
http://www.citacinta.com/cerdas/seks.kesehatan/mengapa.cowok.lebih.kreatif/001/002/497
Pendapat kelompok :
Menurut kami, anak laki-laki lebih kreatif dari anak
anak perempuan, karena biasanya dalam suatu peristiwa, anak laki-laki lebih
aktif dari perempuan. Anak laki-laki dibentuk untuk menjadi pribadi yang
pemberani dan mandiri. Mereka lebih suka untuk mencoba sesuatu hal yang
menantang, sehingga membuat kepercayaan diri mereka terbentuk.
Dalam menghadapi suatu masalah, anak laki-laki lebih
cepat menemukan solusi untuk menyelesaikan suatu masalah, sedangkan biasanya
perempuan lebih mudah panik dalam menghadapi suatu masalah.
Anak perempuan biasanya dilindungi, diatur, dan tidak
dapat bebas melakukan sesuatu, orang tua mereka sering merasa takut terhadap
mereka, semua dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal
inilah yang menyebabkan anak perempuan sulit dalam kreativitas.
Pendapat sendiri :
Pendapat saya tidak jauh berbeda dengan kelompok
saya. Karena dari apa yang saya dengar mengenai “mengapa anak laki-laki lebih
kreatif?” yang teman saya jabarkan dalam buku Psikologi Perkembangan saya dapat
menangkap kesimpulann. Kesimpulannya adalah ketika anak laki-laki dalam masa
pertumbuhan, ia lebih diberi kesempatan kepada orang tua untuk mengembangkan
dan bertindak. Itu yang membuat ia lebih berani mengeksplor kreatifitas yang
ada dalam dirinya. Berbeda dengan halnya anak perempuan, dalam masa
pertumbuhannya anak perempuan lebih dikhawatirkan oleh orang tuanya jika melakukan tindakan yang ia lakukan secara
bebas. Jadi intinya adalah perbedaan perlakuan yang diterima dan persepsi orang
tua terhadap anak laki-laki dan perempuan dalam masa pertumbuhan.



Komentar
Posting Komentar