Tugas Kesehatan Mental 1
Tugas ke-1
Teori Kepribadian Sehat
Nama : Yosephin Aritonang
Kelas : 2PA14
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
Teori Kepribadian Sehat
Nama : Yosephin Aritonang
Kelas : 2PA14
Teori
Kepribadian Sehat
Menurut allport (1937)
ia menemukan bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam
sejumlah kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang
itu sesungguhnya”.
Sehat merupakan bagian
dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari
Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat
dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal
tersebut.
- Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisis merupakan
suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendiri pertama kali diperkenalkan
oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya
tengtang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep
teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang
kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari
pemunculan dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari
keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran
individual.
Dan apabila dorongan –
dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan
juga memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
- Id: merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
- Ego: merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
- Super Ego: merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Kepribadian yang sehat
menurut psikoanalisis:
Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu
jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2.
Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan
kecemasan, dengan belajar
3.
Mental yang sehat ialah seimbangnya
fungsi dari superego terhadap id dan ego
4.
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan
pada mentalnya
5.
Dapat menyesuaikan keadaan ddengan
berbagai dorongan dan keinginan
2. Kepribadian Sehat Menurut Aliran
Behavioristik
Behaviorisme juga
disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa
pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki
batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang
yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh
John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
1.
Menekankan pada respon-respon yang
dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2.
Menekankan pada perilaku yang dipelajari
dari pada perilaku yang tidak
dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan
pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.
Memfokuskan pada perilaku binatang.
Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku
binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi
tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran
ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan
diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1.
Memberikan respon terhadap faktor dari
luar seperti orang lain dan lingkungannya
2.
Bersifat sistematis dan bertindak dengan
dipengaruhi oleh pengalaman
3.
Sangat dipengaruhi oleh faktor
eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.
Menekankan pada tingkah laku yang dapat
diamati dan menggunakan metode yang obyektif
3. Kepribadian Sehat Menurut Aliran
Humanistik
Aliran ini berkembang
pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan
aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada
humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia
adalah makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada
pilihan-pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Kepribadian yang sehat
menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1.
Menjalani hidup seperti seorang anak,
dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2.
Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan
pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3.
Lebih memperhatikan perasaan diri dalam
mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau
mayoritas.
4.
Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam
“bersandiwara”.
5.
Siap menjadi orang yang tidak popular
bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6.
Memikul tanggung jawab.
7.
Bekerja keras untuk apa saja yang ingin
dilakukan.
8.
Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri
dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
Gordon
Allport
Kepribadian yang matang
Oleh Gordon Allport:
Saat ini teori-teori
Allport (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh
kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
I.
Perluasan Perasaan Diri : Ketika
seseorang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri.
Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri.
Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang
oleh Allport disebut "partisipasi otentik". Dalam pandangan Allport,
aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi
orang tersebut.
II.
Relasi Sosial yang Hangat : Allport
membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu
kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang
sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak,
pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan
perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Adaperbedaan hubungan
cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat
(matang).
III.
Keamanan Emosional : Kualitas utama
manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan
mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif
terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan
oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu.
Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan
antarpribadi.
IV.
Persepsi Realistis : Orang-orang sehat
memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali
memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka
sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi
itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas
sebagaimana adanya.
V.
Keterampilan dan Tugas : Kita perlu
memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu
harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen
pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua
pertahanan ego.
VI.
Pemahaman Diri : Memahami diri sendiri
merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri
sepanjang kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai
dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran
diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut
semakin matang.
VII.
Filsafat Hidup : Orang yang sehat
melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki
perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai
batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai
keterarahan (directness). Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan
seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk
hidup. Kita membutuhkan tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu
mungkin kita mengalami masalah kepribadian.
Carl
Rogers
Pendapat Rogers :
Memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi
1)
Perkembangan kepribadian “self”
2)
Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
3)
Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhya
A.
Perkembangan kepribadian “self”
Inti dari teori- teori
Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti
diri, menentukan hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya asalkan
konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk
aktualisasi diri.
B.
Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
Setiap manusia memiliki
kebutuhan basic akan kehangatan, penghargaan, penerimaan,
pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari orang lain. Kebutuhan ini
disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional
positive regard (bersyarat) dan unconditional positive
regard (tak bersyarat).
C.
Ciri-ciri orang yang berfungsi
sepenuhnya
Menurut pendapat Rogers
orang yang sehat secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi Karena
orang psikologis bisa melihat dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu
dia mudah beradaptasi. Kedua, manusia –manusia masa depan akan lebih
terbuka atas pengalaman-pengalaman mereka, manusia masa depan akan lebih
mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan,
dan kelembutan mereka. Ketiga, dari manusia masa depan adalah kecenderungan
untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang. Keempat, manusia masa depan
akan tetap percaya terhadap kemampuan diri mereka untuk merasakan hubungan
yang hamonis dengan orang lain. Kelima, manusia masa depan akan lebih
terintegrasi, lebih utuh, anpa batasan-batasan buatan antara proses kognitif
yang dilakukan secara sadar ataupun yang tidak. Keenam, manusia
masa depan mempunyai kepercayaan pada kemanusiaan. Mereka tidak akan
menyakiti orang lain hanya untuk kepentingan pribadi; peduli pada orang lain
dan akan siap membantu apabila diperlukan; akan mengalami kemarahan, tetapi
dapat dipercaya bahwa mereka tidak akan menyerang secara tidak asuk akal melawan
orang lain; serta akan merasa agresi, tetapi akan mengalihkannya kea rah yang
sepatutnya .Terakhir, karena manusia masa depan terbuka dengan semua
pengalaman, mereka akanlebih menikmati kekayaan hidup dri pada orang lain.
Mereka tidak mendistori stimulus internal ataupun menahan emosi mereka
.
Rogers meberikan lima
sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
a)
Keterbukaan pada pengalaman
b)
Kehidupan eksistensial
c)
Kepercayaan terhadap organism sendiri
d)
Perasaan bebas
e)
Kreatifitas
Abraham
Maslow
Teori Kepribadian
Abraham Maslow:
1)
Individu sebagai Kesatuan Terpadu
Pertama-tama Maslow
menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi,
sehingga motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu adalah motivsi individu
seutuhnya bukan bagian darinya. Menurut maslow manusia harus diselidiki sebagai
sesuatu yang totalitas, sebagai suatu system, setiap bagian tidak dapat
dipisahkan dengan bagian yang lain.
2)
Hirarki Kebutuhan
Maslow membuat
tingkatan kebutuhan manusia menjadi lima karakteristik. sebagai berikut:
ü Kebutuhan
fisiologis
ü Kebutuhan
akan rasa aman.
ü Kebutuhan
sosial.
ü Kebutuhan
akan penghargaan
ü Kebutuhan
akan aktualisasi diri
Kepribadian
sehat menurut Maslow:
Maslow berpendapat
bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu
untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person). Dia
mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person, dengan nama
metamotivation, meta-needs B-motivation, atau being values (kebutuhan untuk
berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan
dirinya dinamai D-motivation atau deficiency. Di bawah ini
ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi
a)
Metanees : Sikap percaya, bijak dan
baik, indah (estetis), kesatuan (menyeluruh), energik dan optimis, pasti,
lengkap, adil dan altruis, berani, sederhana (simple)
b)
Metapologis : Tidak percaya, sinis dan
skeptic, benci dan memuakkan, vulgar dan mati rasa, disintegrasi, kehilangan
semangat hidup, pasif dan pesimis, kacau dan tidak dapat diprediksi, tidak
lengkap dan tidak tuntas, suka marah-marah, tidak adil dan egois, rasa tidak
aman dan memerlukan bantuan, sangat komplek dan membingungkan
Mengenai self-actualizing
person,atau orang yang sehat mentalnya, Maslow mengemukakanciri-cirinya sebagai
berikut:
1. Mempersepsi
kehidupan atau dunianya sebagaimana apa adanya, dan merasa nyaman dalam
menjalaninya
2. Menerima
dirinya sendiri, orang laindan lingkungannya.
3. Bersikap
spontan, sederhana, alami, bersikap jujr, tidak dibuat-buat dan terbuka.
4. Mempunyai
komitmen atau dedikasi untuk memecahkan masalah di luar dirinya (yang dialami
orang lain).
5. Bersikap
mandiri atau independen.
6. Memiliki
apresiasi yang segar terhadap lingkungan di sekitarnya
7. Mencapai
puncak pengalaman, yaitu suatu keadaan dimana seseorang mengalami kegembiraan
yang luar biasa. Pengalaman ini cenderung lebih bersifat mistik atau keagamaan
8. Memiliki
minat social, simpati, empati dan altruis
9. Sangat
senang menjalin hubungan interpersonal (persahabatan atau persaudaraan) dengan
orang lain
10. Bersikap
demokratis (toleran, tidak rasialis, dan terbuka)
11. Kreatif
(fleksibel, spontan, terbuka dan tidak takut salah).
Erich
Fromm
Erich Fromm yang pernah
menuliskan “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan
keperluan-keperluan masyarakat dimana kita hidup”. Karena kekuatan-kekuatan
sosial dan kultur begitu penting, fromm percaya bahwa perlu menganalisis
struktur masyarakat. Jadi kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan
mengubah kepribadian manusia. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak
sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau mengambat pertumbuhan dan
perkembangan manusia yang positif.
Fromm memberikan suatu
gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian
mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat
berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas
yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri
dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang. Akan tetapi ada salah
satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan
sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri.
Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi
mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua
kapasitas mereka.
1. Kepribadian yang sehat menurut
Fromm
Fromm memberikan suatu
gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai
seutuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat
berkembang, mengamati dunia dan diri secara obejektif, memiliki suatu perasaan
identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar di dunia, subjek atau
pelaku dari diri dan takdir, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Fromm menyebutkan
kepribadian yang sehat: orientasi produktif , yakni suatu
konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang
mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang
sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata
“orientasi” , Fromm menunjukan kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi
pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons intelektual,
emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan
peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri sendiri.
Empat segi tambahan
dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan
Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalah cinta yang
produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati.
a)
Cinta yang produktif adalah suatu
hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana rekan-rekan dapat
mempertahankan individualitas mereka. Tercapainya cinta yang produktif
merupakan salah satu dalam prestasi-prestasi kehidupan yang lebih sulit. Kita
tidak “jatuh” dalam cinta; kita harus berusaha sekuat tenaga karena cinta yang
produktif menyangkut empat sifat yang menantang – perhatian, tanggung jawab,
respek, dan pengetahuan.
b)
Pikiran yang
produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.
Pemikir yang produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek
pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya.
c)
Kebahagian adalah suatu bagian
integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif;
kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Fromm menuliskan bahwa
suatu perasaan kebahagian merupakan bukti bagaimana berhasilnya seseorang
“dalam seni kehidupan”. Kebahagian merupakan prestasi kehidupan yang paling
luhur.
d)
Suara hati memiliki dua tipe, yakni
suara hati otoriter dan suara hati humanistik. Suara hati otoriter adalah
penguasa yang berasal dari luar yang di internalisasikan, yang memimpin tingkah
laku orang itu. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari dalam diri dan
bukan juga dari suatu perantara dari luar diri. Pendoman kepribadian sehat
untuk tingkah laku bersifat internak dan individual. Orang bertingkah laku
sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyikapi seluruh
kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan seluruh persetujuan
dan kebahagian dari dalam. Kesehatan jiwa dalam pandangan Fromm di tetapkan
oleh masyarakat, karena kodrat struktur sosial membantu atau menghalangi
kesehatan psikologis. Apabila masyarakat-masyarakat yang sakit, maka
satu-satunya cara untuk mencapai orientasi produktif ialah dengan hidup dalam
suatu masyarakat yang waras dan sehat, yaitu masyarakat yang memajukan
produktivitas.
2. Ciri-ciri kepribadian yang sehat
Fromm mengemukakan lima
kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan.
a)
Hubungan : manusia menyadari hilangnya
ikatan utama dengan alam dan dengan satu sama lainnya. Kita
mengetahui bahwa kita masing-masing terpisah sendirian dan tak berdaya. Sebagai
akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang-orang lain; kita
harus menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan
ikatan-ikatan yang hilang dengan alam. Fromm percaya bahwa pemuasaan kebutuhan
untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain ini sangat penting untuk
kesehatan psikologis.
b)
Trasendensi : trasendensi berhubungan
erat dengan kebutuhan akan hubungan seperti kebutuhan manusia untuk
mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari
kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan,
manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk
yang aktif dari kehidupannya sendiri. Fromm percaya bahwa dalam perbuatan
menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian atau barang material) manusia
mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai
suatu perasaan akan maksud dan kebebasan.
c)
Berakar : hakikat dari kondisi manusia
seperti kesepian dan tidak berartihal ini timbul dari pemutusan ikatan-ikatan
utama dengan alam. Tanpa akar-akar ini orang tak akan berdaya, jelas merupakan
kondisi yang amat berat. Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan
persaudaraan denag sesama umat manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta,
perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas denagn
orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan akan berakar, untuk yang
mengkoneksikan dan berhubungan dengan dunia luar.
d)
Perasaan identitas : manusia juga
membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu
identitas menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasaanya
tentang dia, siapa dan apa. Cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan ini
ialah individualitas, proses seseorang menciptakan suatu perasaan tertentu
tentang identitas diri. Orang-orang yang mengalami individualitas yang
berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka
sendiri, dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain.
e)
Kerangka orientasi : bersambung dengan
pencarian suatu perasaan diri yang unik ialah suatu pencarian frame of
reference atau konteks dengan mana seseorang menginterprestasikan semua
gejala dunia. Setiap individu harus merumuskan suatu gambaran konsisten tentang
dunia yang memberikan kesempatanuntuk memahami semua peristiwa dan
pengalaman. Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran,
yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran
realitas dan objektif tentang dunia. Terkandung dalam hal ini ialah kapasitas
untuk melihat dunia secara objektif, untuk menggambarkan dunia denagn tepat dan
tidak mengubahnya dengan lensa-lensa subjetif dari kebutuhan-kebutuhan dan
ketakutan-ketakutan didalam diri.
Komentar
Posting Komentar