Yosephin's Story
Walau Ku Tak Dapat Melihat RancanganNya
Setiap kejadian yang
kita lewati dalam hidup ini adalah proses. Proses dimana kita banyak belajar
dari segala aspek kehidupan. Menjalani suatu proses menurutku pribadi bukan
suatu hal yang gampang, malah cenderung susah dan menyakitkan. Saya akan
berbagi sedikit cerita untu kalian para pembaca, selamat menyimak….
Proses hidup yang
selalu sulit saya lalui adalah BERTAHAN
DALAM KEGAGALAN. Mungkin banyak kegagalan yang saya alami didalam hidup
ini, dan semuanya membuat diri saya merasa inilah proses tersulit.
Berawal dari kegagalan
masuk SMP Negeri yang saya ingin tuju :
Pada saat pengumuman
hasil test saya dinyatakan tidak keterima dalam SMP Negeri tersebut, itu adalah
kegagalan pait pertama saya dalam hidup. Tidak hanya sampe situ saja, saya
kehilangan sahabat SD saya karena ia masuk SMP Negeri tersebut dan menjadi
sibuk dengan jadwalnya. Singkat cerita kami tidak ada kabar sampai 5tahun.
Kegagalan yang kedua
adalah gagal masuk SMA Negeri:
Kegagalan yang pertama
tidak membuat saya lebih tegar menghadapi setiap kegagalan lainnya. Menurut
saya kegagalan itu semua rasanya sama, pahit dan sulit diterima. Saya kembali
gagal masuk ke sekolah Negeri, dan rasanya masih sama pahitnya.
Note : Jika kalian tahu
bahwa saya adalah alumni siswa SMA Negeri, yapp itu benar. Tapi, saya masuk
sana melalui “jalur pintas”
Kegagalan terakhir
dalam impianku mengjar Negeri
Saat kegagalan ini,
saya bertanya kepada Tuhan.. “Apa sih Tuhan yang Engkau rencanakan bagi
hidupku?? Kenapa yang lainnya boleh berhasil masuk Sekolah Negeri tapi aku gak
bisa?? Kenapa aku harus selalu gagal dan diremehkan?? Dimana letak nasib baikku
didunia ini”. Saat itu rasanya sungguh pahit, saya tak mampu lagi berfikir
rasional akan keadaan. Saya berfikir Tuhan sedang mempermainkan saya dalam
setiap impian saya.
Namun sekarang, saya
lebih mengerti akan setiap proses
kegagalan yang saya alami. Jawabannya adalah “Tuhan punya rencana untuk hidup
saya” . Saat kegagalan masuk SMP Negeri itu, Tuhan meletakan saya disekolah
yang dipenuhi oleh temen-temen yang saya sukai. Tuhan juga memberi kepintaran
lebih kepada saya disana, terbukti dari kelas 8-9 saya selalu masuk 5 besar
hehehehehe. Lalu kegagalan kedua, Tuhan punya “JalanNya” untuk memasukan saya
ke SMA Negeri melalui caraNya, disana saya mendapat banyak teman dan banyak
pelajaran hidup. Tuhan memberkati saya disana, ia menaruh saya untuk menjadi
berkat bagi teman saya. Dan kegagalan yang terakhir adalah titik dimana saya
berteriak kepada Tuhan dalam doa, saya sangat marah kepadaNya. Haruskah Tuhan
membiarkan saya gagal, hanya gagal dan gagal lagi?? Haruskah Tuhan melihat
orang lain meremehkan saya?. Sgala pertanyaan yang menyangkal saya tanyakan
kepadaNya melalui doa. Dan saat ini saya masuk PTS, saya bertemu teman yang
menganggap saya “Teman Sharing” setiap waktu (bukankah menjadi berkat bagi
orang lain itu nikmat? dan tarraaammmm saya masuk kelas
unggulan hihihihi
Melewati itu semua kini
saya tersadar, Tuhan punya rencana sendiri bagi saya. DIA gak akan membiarkan
saya jatuh, DIA akan selalu menopang saya. Terbukti hingga saat ini saya masih
bisa melewati segala kegagalan-kegagalan lainnya. Bukan hal yang mudah untuk
kamu menerima suatu kegagalan. Ketika kamu hanya mempunyai hati dan air
mata saja, maka datanglah kepadaNya dalam tiap-tiap doamu. Tuhan akan
dengar setiap doa anaknya yang rindu meminta, mengadu dan berharap padaNya. Sertakan
selalu harapanmu kepada DIA yang memberi sgala berkat dalam hidupmu. Salah
satu lal yang indah dalam hidup saya adalah, ketika saya tau kegagalan takkan
membuat saya jatuh terlentang tapi kegagalan membuat diri saya belajar bangkit
dalam keterjatuhan. See u para readers, nantikan kisah kegagalan saya
yang lainnya.
GBU…..

Komentar
Posting Komentar