Tugas ke-4 Pekerjaan dan Waktu Luang, Self Directed Changee
Kebanyakan dari kita menghabiskan
40th hidup kita untuk bekerja. Tapi bagaimana perasaan kita terhadap
pekerjaan kita. Bagaimana pekerjaan mempengaruhi kita?
Setelah mengajuka penawaran
tersebut kepada orang-orang di seluruh negeri. Studs Terket menyimpulkan
bahwa “suatu yang kita sebut biasa iu mempengaruhi nilai pribadi seseorang-atau
lebih sering kekurang dalam pekerjaan yang mereka lakukan baik atau buruk, itu
tampak seperti pekerjaan bagian pusat dari kehidupan kita dan membantu kita
memutuskan apa perasaan kita sendiri.
Bab ini memeriksa beberapa
perubahaan sikap terhadap pekerjaan. Proses dalam memilih sebuah pekerjaan dan
yang terpenting dalam menemukan pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakat.
Kepuasan kerja menuntut perempuan untuk bekerja dan pengaruh dari pekerjaan itu
sendiri sama pentingnya dengan waktu luang.
1. MENGUBAH SIKAP TERHADAP
PEKERJAAN
Bagi Para pengemuka agama
terdahulu, bekerja tidak hanya penting untuk bertahan hidup tapi juga sebuah
kebijakan tersendiri untuk melanjutkan pembentukan sikap kita. Etika bekerja
orang Amerika ini juga tertanam sangat dalam pada nilai kebudayaan yang kita
ambil sebagai jaminan. Kebanyakan dari tema pokok pada etika pekerjaan adalah
seperti yang digambarkan yang lebih awal dikenal oleh Daniel Yankelovich.
Satu-satunya gagasan yang menjadikan seorang “Penyedia yang baik” adalah
karakteristik yang paling penting sebagai “pria sejati”. Tema lain yaitu hidup “
berdiri dengan kedua kaki kita sendiri”. Bekerja mendatangkan uang, kebebasan
dan kecemasan. Tema yang lain adalah kerja keras menuntun kepada keberhasilan
dengan imbalam memiliki rumah kita sendiri. Membangun sebuah keluarga dan
menikmati setiap hal yang indah di hidup kita. Ada juga tema tentang kehormatan
diri sendiri. Kita masih merasakan penilaian pribadi kita terhubung dengan apa
yang kita capai di dunia pekerjaan. Untuk bekerja pada sesuatu dan melakukannya
dengan baik membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri.
Pada waktu yang bersamaan sikap
orang terhadap pekerjaan berubah. Masyarakan setuap hari berharap banyak dari
pekerjaan mereka daripada menjalani hidup yang sederhana. Pada kasus hirarki
kebutuhan Abraham Maslow, bekerja adalah kebutuhan dasar manusia. Seperti
pekerjaan yang aman. Gaji yang memuaskan dan keamanan da;am bekerja. Mereka
menjadi lebih sadar akah kebutuhan yang lebih tinggi sebagai resiko. Kita
memberih perhatian lebih kepada kepuasaan psikologis dalam pekerjaan, khususnya
pekerjaan yang menarik dan terpenuhi.
A. Defefinisikan
nilai pekerjaan
Pandangan konservatif menyatakan
bahwa kerja jasmaniah itu adalah bentuk hukaman yang di timpakan pada manusia
sebagai akibat dari dosa-dosanya; sehingga orang yang berakal sehat harus
bekerja giat untuk mempertahankan eksistensi diri sendiri dan keluarganya.
Sehubungan dengan kondisi pekerjaan, di pikirkan untuk mengadakan
perbaikab-perbaikan terhadap kondisi-kondisi kerja yang mendorong orang untuk
menyukai pekerjaan. Pandangan yang menyatakan bahwa kebanyakan orang tidak
menyukai pekerjaan, sudah banyak mengalami modfikasi pada zaman modern
sekarang. Di akui bahwa banyak orang, misalnya buruh profesional, para ahli,
seniman-seniman dan juru-juru yang mempunyai keahlian tinggi – bersungguh-sungguh
mencitai pekerjaannya. Sedang insentif dan satu-satunya motivasi kerjanya
mungkin berupa “kesejahteraan umum” atau rasa puas-bangga, atau aktivitas keja
itu sendiri.
B. Apa yang di cari dalam
pekerjaan :
Kita mungki berkata bahwa apa
yang orang cari pada pekerjaan itu semuanya tergantung pada kemauan orang itu
sendiri dan ada beberapa fakta mengenai ini. Tapi Daniel Yankelovich
menemukan sebuah consensus yang berharga dari jawaban atas pertanyaan yang
menyilang terhadap para pekerja termasuk kerah-bur dan kerah-putih dan para
professional. Dua frekuensi tertinggi memberikan respon “ kerja itu menarik”
dan memiliki “ rekan kerja yang ramah tamah” dengan masing-masing responden
memberikan 70% pendapat dari pada pekerja. Diikuti dengan 2 tambahan jawaban
dalam melakukan pekerjaan yang berarti disebut sebagai “kesempatan untuk
menggunakan pikiran anda” dan “ hasil kerja yang anda bisa lihat”- memberikan
65-62% dari masing-masing pendapat para pekerja. Sementara upah yang bagus
berada di urutan ke-5 dari peringkat “ yang diberikan oleh 62% pekerja).
Pekerja berkerah-biru member banyak tekanan pada uang. Dan para professional
member sedikit tekanan pada uang, dengan pekerja berkerah-putih berada diantara
keduanya.
tetapi untuk saat ini jika di
ambil survei, kebanyakan hasilnya seperti di bawah ini :
·
Menafkahi keluarga
·
Mencari pengalaman
·
Mengasah keahlian dan ketrampilan
·
Mencari status untuk mengikat seseorang pada individu
lain serta masyarakat
·
Mencari kesenangan dan arti tersendiri bagi kehidupan
seorang individu
C.Fungsi psikologis dari
pekerjaan
Kerja mulai dipahami sebagai
tempat sosial dimana manusia menggunakan bakat-bakat yang dimiliki untuk
melayani sesama, tidak lagi semata-mata dalam rangka memenuhi kebutuhan
finansial keluarga. Manusia mulai sadar memiliki kebutuhan yang tidak bisa
dipenuhi secara mandiri sehingga dirasakan perlunya komunitas yang didalamnya
orang-orang saling bergantung. Setiap orang harus mempergunakan bakat yang
dimilkinya untuk melayani orang lain, demikian pula sebaliknya. Sehingga,
secara bersama-sama setiap orang membangun masyarakat sebagai suatu sistem yang
saling mendukung.
Dengan kosep kerja seperti ini, kita kemudian berpikir tentang dua hal mendasar bagaimana memilih suatu pekerjaan. Pertama, pekerjaan dipilih berdasarkan minat dan bakat yang kita miliki. Meskipun terdengar sederhana, namun faktanya menemukan minat dan bakat adalah suatu proses yang sulit karena kita lahir tanpa membawa rincian tentang ketertarikan dan kemampuan bawaan.
Dengan kosep kerja seperti ini, kita kemudian berpikir tentang dua hal mendasar bagaimana memilih suatu pekerjaan. Pertama, pekerjaan dipilih berdasarkan minat dan bakat yang kita miliki. Meskipun terdengar sederhana, namun faktanya menemukan minat dan bakat adalah suatu proses yang sulit karena kita lahir tanpa membawa rincian tentang ketertarikan dan kemampuan bawaan.
2. PROSES DALAM MEMILIH PEKERJAAN
Seorang individu membutuhkan
pekerjaan untuk bertahan hidup atau memenuhi kebutuhanya sehari-hari. Biasanya
mereka memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.
Dalam memilih pekerjaan manusia akan mau dan mampu untuk bekerja dengan baik
bilamana ia ditempatkan pada posisi dengan jabatan yang sesuai dengan minat dan
kemampuannya, serta bila mana ia bisa memenuhi kebutuhannya dengan melakukan
pekerjaan itu. lni berarti bahwa perusahaan harus bisa menempatkan orang pada
jabatan-jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, dengan tidak lupa
mempertimbangkan upaya pemenuhan kebutuhannya. Sebelum di tempatkan pada posisi
yang sesuai dengan minat dan kemampuanya, para calon tenaga kerja biasanya
terlebih dahulu mengikuti seleksi yang diadakan oleh pihak perusahaan yang
bertujuan untuk mencari calon tenga kerja yang memang benar-benar menguasai
keahlian didalam bidang yang dicari oleh pihak perusahaan. ada enam tahapan
yang harus dijalani oleh seorang calon tenaga kerja, yaitu:
1. Tahap
penyerahan surat lamaran
2. Tahap
wawancara awal
3. Tahap
ujian psikotes (wawancara)
4. Tahap
penilaian akhir
5. Tahap
pemberitahuan wawancara akhir.
6. Tahap
penerimaan
A. Fase-fase
identitas pekerjaan:
Fase remaja
sangat penting untuk dilalui oleh anak-anak karena akan memengaruhi masa depan
mereka. Terutama dalam hal bagaimana anak-anak mendeskripsikan siapa diri
mereka serta bagaimana mereka bersikap terhadap lingkungan mereka di masa
depan. Jika anak-anak gagal menjalani fase remaja dengan baik, maka tugas-tugas
perkembangan mereka di fase usia selanjutnya akan rentan terganggu. Apalagi
tugas perkembangan yang utama dilakukan dalam fase remaja adalah untuk mencari
identitas diri. Identitas diri mencakup bagaimana seorang anak melihat diri
mereka, bagaimana mereka menilai kelebihan dan kekurangannya, bagaimana mereka
menentukan bayangan sosok ideal yang mereka ingin perankan, serta bagaimana
mereka menentukan bayangan masa depan yang mereka inginkan. Ketika anak-anak
pada usia ini gagal mengetahui siapa identitas mereka, maka mereka akan
mengalami kebingungan yang akan rentan berdampak pada tugas-tugas perkembangan
mereka selanjutnya. Proses mencari identitas diri juga bukanlah suatu hal yang
mudah. “Anak-anak harus mengeksplorasi diri mereka di dalam lingkungan serta
menghadapi tantangan lingkungan, sementara di waktu yang bersamaan mereka juga
mengalami perubahan-perubahan di aspek fisik, kognitif, dan psikologis, yang
membuat mereka harus beradaptasi,” lanjut Pustika. Proses yang tidak mudah
inilah yang membuat anak-anak kerap terkesan “labil”.
3. Memilih pekerjaan yang cocok
Memilih pekerjaan yang tepat
memang perlu proses, bukan hanya disandarkan akan adanya peluang tapi juga
berdasarkan kemampuan dan bakat yang anda miliki. Salah satu cara untuk memilih
pekerjaan yang baik yaitu dengan mencocokan antara pekerjaan dan kepribadian.
Berikut beberapa kepribadian yang bisa menjadi dasar untuk memilih pekerjaan
yang cocok untuk anda :
Konvensional yaitu memiliki
kepribadian yang menyukai dengan aturan, prosedur tetap, jadwal, instruksi
ketimbang harus berfikir dengan ide kreatif. Pekerjaan yang tepat untuk pribadi
konvensional ini adalah akuntan, aktuaria, inspektur keamanan, keuangan,
perencana keuangan, dan penulis teknis.
Realistik adalah orang yang
menyukai hasil akhir, menyukai persoalan dan masalah yang harus dipecahkan.
Mereka senang bekerja di luar ruang, bekerja dengan mesin, alat-alat berat, dan
perhiasan. Pekerjaan yang baik untuk tipe realistik adalah ahli elektro, ahli
nuklir, dokter gigi, dan ahli kunci.
Sosialis yaitu orang yang senang
dengan kegiatan sosial membantu penderitaan orang banyak. Mereka pandai
berkomunikasi, bekerjasama dengan team dan merasa nyaman dalam berinteraksi
dengan orang lain. Pekerjaan bagus adalah pelatih pribadi, psikolog sekolah,
bimbingan siswa, guru, relawan dan motivator.
Penyelidik merupakan orang yang
senang bekerja sendiri, menyelidiki sesuatu, menggunakan logika, menyelesaikan
masalah dan misteri, menyatukan masalah yang tercerai, presisi, dan ilmu pasti.
Profesi yang tepat yaitu analis sistem komputer, optometris, profesor ilmu
alam, insinyur piranti lunak, dan pelaku statistik.
Wirausahawan yaitu orang yang
pandai melihat peluang dan berani mengubahnya untuk suatu keuntungan. Pribadi
wirausaha selalu action apabila melihat peluang dan merekapun memiliki
kemampuan memimpin dan mengorganisir sumberdaya. Pekerjaan yang cocok adalah
agen sales di advertising, pekerja finansial, analisis manajemen, direktur
program, sales manager dan pastinya membuat usaha sukses sendiri.
A. Karakteristik Pribadi
Sebuah awal yang bagus adalah
memilih ketertarikan apa yang kamu punya pada diri sendiri dan kemampuan.
Kalian adalah sebuah gabungan unik dari sifat pribadi,ketertarikan,keahlian dan
harga. Semakin baik yang kalian dapat ketahui mengenai diri kalian sendiri maka
lebih bijaksanadalam mengambil keputusan.
Apa yang paling membuat anda
tertarik.data atau sesuatu?pelajaran apa yang paling anda sukai di sekolah?
Kegiatan Ekstrakurikuler apa yang anda sukai? Bagaimana dengan kerja paruh
waktu? Coba temukan mengenai apa pekerjaan tersebut yang membuat mereka
tertarik kepada anda. Apakah itu kegiatanya sendiri? Atau orang-orang
didalamnya?
Bagaimana dengan kemampuan anda?
Apa pekerjaan terbaik yang anda bisa lakukan?yang paling anda kuasai?tidak
peduli berapa banyak kemampuan yang anda miliki. Penting untuk menyadari bahwa
masing-masing dari kita berkualitas untuk banyak kedudukan yangberbeda.tidakhanya
satu. Seperti olahraga athletic termasuk terbatas untuk sejumlah orang yang
memiliki otot dan keahlian. Jadi kebanyakan pekerjaan memerlukan hanya beberapa
keahlian spesifik atau karakteristik. Rahasianya terletak pada menemukan jenis
pekerjaan yang memerlukan kekuatan tertentu yang anda miliki.
Untuk memperluas kedua
ketertarikan dan bakat kalian akan berubah dengan pengalaman dan waktu. Penelitian
sudah menunjukkan kategori ketertarikan yang luas, seperti pada bidang
obat-obatan.teknik atau bisnis, tetap stabil dari para remaja.(Campbell,1971).
Jika kalian menyukai sesuatu pada saat anda belasan dan awal 20, kesempatan
yang sama akan kalian sukai pada tahun-tahun selanjutnya.
Mungkin kalian pernah mendengar
seseorang mengambil sebuah tes psikologi untuk membantu pemilihan karir.
Sebenarnya , kebanyakan dari persediaan ketertarikan anda daripada sebuah test
biasa. Saat ini, satu dari kebanyakan menggunakan instrument tes adalah
Strong-Campbell Interest Inventory (SCII) yang mana menggabungkan banyak item
dari versi awalnya Strong Inventory for males and females dengan menghilangkan
item yang berdasarkan jenis kelamin.hasilnya, yang mana biasanya dibagi secara
terbuka dengan individu, menunjukan bagaimana ketertarikan seorang individu
dibandingkan dengan orang-orang lain yang memiliki kedudukan yang berbeda.
Apakah tes ketertarikan tersebut
membantu anda membuat keputusan yang tepat pada pemilihan kerja? Semua
tergantung dari bagaimana kita menggunakanya. Jika kalian mengandalkan hasil
tersebut sebagai sebuah pengganti untuk membuat keputusan pribadi,maka
jawabanya akan negative. Tapi jika kalian menggunakan hasil tersebut
sebagai sebuah sumber untuk mengklarifikasi ketertarikan kalian dalam rangka
untuk membuat sebuah keputusan,maka jawabanya pasti positif. Seperti halnya
instrument yang menunjukan reliabilitas yang besar dalam memprediksi apa
seorang individu akan bersikeras atay keluar dari bidang pekerjaan tersebut.
Mereka tidak bisa memprediksi kesuksesan pada bidang yang diberikan karena
kebanyak factor subjektif terlibat didalamnya. Tapi sudah itemukan bahwa apa
yang membuat berhasil biasanya mendemonstrasikan lebih tinggin daripada rata-rata
skor ketertarikan,sementara siapa yang akan keluar nanti biasanya lebih rendah
daripada rata-rata skor(Shertzer,1981)
B. Karakteristik Pekerjaan
Sekali anda memulai menjelajahi
ketertarikan anda sendiri,kemampuan,dan nilai, kalian siap untuk mencari pekerjaan
yang cocok dengan karakteristik pribadi anda. Dengan lebih dari 20.000
pekerjaan yang berbeda untuk dipilih,ini bukanlah tugas mudah. Untungnyam ada
sumber buku untuk membati pencarian tersebut. Seperti yang banyak digunakanDictionary
of Occupational(DOT) danOccupational Outlook Hand-book. Kedua buku
direvisi secara teratur oleh pemerintah percetakan. Sebagai tambahan, berbagai
macam pekerjaan sudah teratur pada dasar keluarga atau kelompokdari
pekerjaan yang terkait. Masing-masing kelompok menunjukan tokoh 9-1 berisi
ratusan pekerjaan yang terdekat. Contohnya, bidang kesehatan termasuk sejumlah
besar pekerja kesehatan-dokter,perawat,apoteker, dokter gigi,kebersihan
gigi,hanya untuk beberapa nama. Ini sering membantu memilih 2 dari 3 pekerjaan
kelompok yang kalian paling tertarikm dan mulai menelusuri beberapa pekerjaan
spesifik pada kelompoknya.
Sebuah perangkat yang membantu
untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok untuk kamu adalah John Holland’s Self
Directied Search For Vocational Planning.Yang mana dapat dikelola sendiri. Ini
berdasarkan dari kenyataan bahwa manusia di bidang pekerjaan yang samasering
memiliki sifat yang mirip,ketertarikan dan kebiasaan dalam melakukan sesuatu.
Holland (1973) menggambarkan 6 dari jenis kepribadian bersama dengan lingkungan
kerja mereka yang baik. Setelah mencocokan sejumlah kegiatan,ketertarikan dan
perkiraan kemampuan anda sendiri, kalian menjumblahkan item untuk menemukan 3
jenis kepribadian yang paling menyerupai.kemudian pada pekerjaan yang terpisah
penemu buklet, kalian mencocokan berbagai jenis kepribadian digabungkan dengan
beberapa pekerjaan yang cocok. O’connel dan Sedlacek (1972) sudah menemukan Self-Directed
searchlebih handal dan sedikit membantu untuk perencanaan ketertarikan jurusan.
4. WAKTU LUANG
Tidak ada yang suka bekerja
sepanjang waktu. Sebagian besar dari kita menginginkan pergi ke sendiri dan
dengan keluarga kita. Istilah tradisional yang digunakan untuk waktu tidak
bekerja seperti itu liburan, secara harfiah berarti “waktu off bekerja atau tugas.”
Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita memiliki waktu luang lebih baik. Namun
peningkatan waktu luang sekarang menimbulkan masalah bagi banyak orang.
A. Menggunakan waktu luang secara
positif
Saat ini, banyak yang
menggabungkan kekuatan untuk membawa kita lebih banyak waktu luang. Di satu
sisi, meningkatnya penggunaan komputer dan bentuk lain otomatis lebih banyak
dilakukan dengan pekerja lebih sedikit dan sedikit waktu. Pada saat yang sama,
memasuki pasar tenaga kerja untuk yang lebih muda, perempuan dewasa dan ancaman
minoritas mempertahankan tingkat pengangguran yang tinggi atau mengubah
distribusi pekerja. Rata-rata pekerja sekarang memiliki liburan dibayar dan
hari libur, dan janji jangka waktu yang lebih mendukung pensiun penghasilan.
Sementara inflasi, pajak yang lebih tinggi dan peningkatan biaya pendidikan
(dan hampir segala sesuatu yang lain) mengancam offset manfaat ini, tren jangka
panjang terhadap waktu bebas lebih banyak.
Kebanyakan orang menghabiskan
begitu banyak waktu luang dan kegiatan di tempat kerja, antara 30 dan 40 jam
per minggu rata-rata. Pada kelompok usia 18 sampai 25 dan lebih dari 50 tahun
menghabiskan berjam-jam dua kali lagi dalam kegiatan rekreasi dan di tempat
kerja. Kenyamanan kegiatan dapat berkisar dari kegiatan di luar ruangan, aktif,
seperti berjalan dan bersepeda pencarian lebih pasif, interior, seperti
menonton televisi. Meskipun liburan disukai sedikit berbeda menurut umur dan
jenis kelamin, serta apa yang ada dalam mode, yang merupakan aktivitas yang
paling populer di kalangan populasi umum di urutan mengunjungi kebun binatang
dan taman, piknik, drive, berjalan atau berlari, berenang, sightecing ,
menghadiri acara olahraga, olahraga bermain atau permainan, memancing dan alam
berjalan (Indikator Sosial III, 1980).
Self Directed Changes
Konsep dan Penerapan
Self-directed changes :
Meningkatkan kontrol diri:
mendasarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan
untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia.
Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang
dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau perubahan
kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang efektif.
Menetapkan tujuan: dimaksudkan
untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti
dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin
dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan
hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di
masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.
Menyusun konsekuensi yang
efektif: pemahaman dalam arti sehat mental dapat menentukan perubahan pada
individu dalam melakukan mobilitas untuk melakukan segala sesuatu aktifitas
–aktifitas yang dilakukan oleh manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan,
yang meliputi aktivitas motoris, emosional,dan kognitif dalam mencapai
kematangan mental.
Menerapkan perencana intervensi:
membawa perubahan, tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti
pemahaman nilai-nilai, karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara
individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan
proses pembentukan watak dan pembelajaran secara terencana.
Evaluasi: faktor yang penting
untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk
mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil
pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar