Sang Pemimpi (karya tulisan pertama)
Sang Pemimpi
Namaku adalah Yosephin, aku
adalah seorang pemimpi yang hebat. Bagiku tidak ada hari tanpa mimpi. Mereka semua
menyebut diriku “Seorang Pemimpi”. Aku berpendapat bahwa sesuatu yang
pencapaian yang besar berawal dari mimpi. Ini adalah kisahku, kisah seorang
pemimpi yang berjuang menjadikan mimpinya menjadi nyata.
Pagi
itu suasana dikelas sangat gaduh, terdapat sekelompok mahasiswa yang sedang
asik tertawa.
Dengan
gaya yang sok keelitan Yoseph berkata “Aduh buruan dong, gue udah ditunggu nyokap
gue nih. Maklum malem ini juga gue pengen jalan ke Paris mau liburan singkat”
“Sep..Sep..
masih aja lo demen mimpi ini itu. Gila lo cepet yang ada kalo gitu mulu” jawab
Tia setengah meledek
“Semua
berawal dari mimpi Tia, kalo lo tau nikmatnya bermimpi pasti lo bakal sama
addict nya kayak gue terhadap mimpi dan khayalan “ tegasnya ringan
Sebagai seorang pemimpi memang
terkadang sulit untuk menerima kenyataan. Semasa ku sekolah di SD aku bermimpi
ingin masuk SMP Negeri namun gagal, ingin masuk SMA Negeri namun gagal lagi
sampe saat mimpi besarku untuk masuk PTN dan pindah ke luar kota juga harus
gagal. Bagiku itu adalah impian terpait dalam hidupku yang sulit ku terima. Namun
bukan berarti mimpiku tak pernah terwujud. Ada ratusan mimpiku yang terwujud walau
hanya impian sederhana.
Yosephin
adalah sosok wanita yang suka menceritakan lelucon yang sering mengundang tawa.
Saat sedang asyik bercanda maka timbulah kebiasaan mengeluarkan khayalannya
disela ucapannya.
“Eh
ayo buru keluar ! ada tim densus 88 mau gerebek kelas ini “ teriaknya
“ckckck
Yoseph.. Yoseph.. jangan suka bermain dengan khayalan, kadang ga baik juga. Biasanya
orang yang suka berkhayalan pemikirannya suka kacau dan susah konsentrasi”
jawab Agung
“Maksud
lo??? Gue gila gitu???? Parah.. orang berkhayal juga ga masalah asal tetap pada
kodratnya. Lagipula densus 88 kesini juga mau nyergep lo doang, kan lo member
gang dolly hahahahaha “ jawabnya mengejek
“Astaga
masih aja” jawabnya pelan.
Saat ujian tengah semester
dimulai aku berusaha keras belajar untuk mendapatkan hasil nilai yang
memuaskan. Salah satu mimpiku adalah mendapatkan IPK 3,00. Itu adalah mimpi
yang dapat kucapai pikirku. Namun saat pembagian hasil membuat hatinya
porak-poranda. Tak terbayangkan jika hasilnya bisa seperti itu, ia sangat
menyesal dan terlihat tak bersemangat.
“Mana
tuh si Yoseph? Nilainya jeblok banget hahahah makanya kalo ngisi jangan
mengarang. Kebanyakan mimpi sih jadi begitu” bisik Ageng
“Yailah,
Sep gak usah terlalu dipikirin sih. Gue juga dapet jelek kok tapi yah mau di
gimanain lagi. Nasib udah jadi bubur. Yah kita bisa berjuang di UAS nanti aja”
ucap Tia
“Iya
tau, tapi sakit banget kalo mimpi besar lo ga kesampean kayak gini. Kenapa sih
setiap gue punya mimpi besar selalu aja hasilnya begini?? Apa gue harus
berhenti bermimpi dan meninggalkan semua mimpi gue? “ jawabnya lemas
Lalu
tia mendekat padaku dan berkata “Lo harus konsisten sebagai pemimpi. Bermimpilah
kalo itu bisa buat lo lebih ingin jadi yang lebih baik. Karna mimpi lo itu lah
yang buat lo termotivasi buat berjuang lebih keras jadi nomer satu. Lo harus
percaya sama diri lo sendiri dan bangun kejar mimpi lo itu”
“Thanks
yah Tia lo udah bisa buat gue sadar kalo jatoh itu sakit tapi lebih sakit saat
jatoh tak bangun dan terinjak” jawabnya dengan senyum lebar
Setelah kejadian itu Yosephin pun
menjadi bersemangat untuk belajar lebih giat. Hasil dari usahanya dalam memperbaiki
nilainya itu sangat memuaskan. Bahkan ia lulus dengan IPK 3,70 dan melanjut S2
di Singapore. Kini Yosephin telah menjadi seorang Psikolog sekaligus motivator
yang terkenal.
Saat
mengadakan seminar “Bangkitlah Kalian Para Pemimpi” ia mengundang teman
kuliahnya dulu untuk hadir diseminar yang ia buat itu. Saat semua materi
seminar telah ia bahas maka ia membuka sesi pertanyaan.
“Hallo
Kak Yosephin, saya Kartika. Saya mau Tanya bagaimana menjadi seorang pemimpi
sukses? Bisa berbagi tips dengan kami semua? Terima kasih” Tanya salah seorang
peserta seminar itu.
“Hai
Kartika.. terima kasih atas pertanyaannya. Bermimpi seperti membangun suatu
rumah. Bagi saya mimpi adalah alas untuk saya dalam membangun kesuksesan, usaha
adalah tiang kokoh untuk saya dapat berdiri tegak dalam membangun mimpi, bagi
saya keluarga adalah tembok yang melengkapi dan tempat bersandarnya saya dan
yang terakhir bagi saya Tuhan adalah atap karna atap adalah bagian terpenting
dalam sebuah bangunan. Bisa dikatakan Dial lah yang melindungi saya dari segala
permasalahan yang saya hadapi. Dan ketika saya telah selesai membangun rumah
itu saya ingin ada keluarga kecil saya yang menempatinya. Ini sangat simple,
pilihlah apa yang menjadi prioritasmu dan lakukanlah kewajibanmu maka kamu akan
dapat apa yang menjadi hak dan buah dari usahamu” terangku dengan semangat
Lalu
tiba-tiba seorang anak SMA mengacungkan tangan dan bertanya “Tapi banyak
seorang pemimpi yang gagal dalam mewujudkan mimpinya. Bagaimana menurut anda? “
Lalu
aku berdiri dan berkata “ Saya adalah bukti nyata bahwa seorang pemimpi bisa
saja gagal mencapai impiannya, tapi saya juga bukti nyata bahwa mimpi membawa
saya kedalam sebuah kesuksesan yang saya impikan. Ketika kamu memilih menjadi
seorang pemimpi maka jadilah pemimpi yang cerdas. Maksud saya, kamu jangan
hanya selalu tidur karna kamu suka akan bermimpi tapi lekaslah bangun dan lakukanlah
hal positif yang dapat menjadikan mimpimu menjadi nyata. Tanamkanlah kalimat
ini “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams”. Believe
and make it happen guys !”
Diakhir acara saya pun balik
kerumah saya, namun saya terhenti disebuah taman yang terlihat sangat indah
malam itu. Saya berjalan ditaman itu menikmati dinginnya hembusan angin malam dan melihat keindahan bintang yang tampak
cemerlang.
“Terima
kasih telah menjadi saksiku selama ini. Terima kasih juga telah menjadi malam
yang selalu aku nantikan, karna malam adalah tempatku menciptakan mimpi-mimpi
ini” bisiknya dalam hati.
Kini
Yosephin menjalani harinya dengan sangat optimis dan dia tidak henti memotivasi
para pemimpi untuk tetap bermimpi dan menjadikan mimpi mereka menjadi nyata.

Nice (y)
BalasHapus